Aku ingin menanam bunga Lotus. Sedang pesan ke penjual tanaman. Lotus beda dengan teratai. Kalau teratai tumbuh menyamping sednag lotus tegak ke atas. Dua-daunya tanaman air. Lotus yang pernah kulihat berwarna merah jambu indha sekali. Waktu itu lihat di penjual bunga di Magelang. Kalau teratai mini sudha punya warna ungu. Ingin juga teratai yang besar.
Dulu aku mendambakan rumah kecil bercat putih dengan halam luas berumput dan ada bunga Alamanda kuning. Indah dan semarak. Kini taman halaman rumah kecilku baru ada rumput gajah mini. Alamanda masih disemai di pot. Lotus baru dipesan. Anggrek ungu belum kubayar masih di penjualnya.
Taman impianku. semoga bikin tentram. Rumah kecilku semoga nyaman dan aman, membuat bahagia penghuninya, amin.
Selasa, 22 Maret 2011
Minggu, 28 November 2010
MGMP Program BERMUTU 2010
MGMP Bahasa Indonesia Program BERMUTU telah melakukan kegiatan on servicenya , sudah sampai pertemuan keempat, Senin besok pertemuan yang kelima. Kelompok kami kelompok VI termasuk kelompok baru dengan kelompok V. Alhamdulillah selama ini kegiatan lancar, tak ada kendala. Tempat pertemuan di SMPN 2 Pagentan, kalau pun ada kendala karena jalan menuju SMPN 2 Pagentan dari arah Madukara sampai ke Gohong atau desa Aribaya rusak. Kerusakan terutama sebelum hutan, dan di hutan di dekat bukit yang dulu longsor.
Namun kendala itu tidak melemahkan semangat kami, kami tetap bersemangat untuk hadir tiap Senin. Motivasi yang kuat karena ingin pintar, tahu kemajuan jaman dan bisa menulis PTK. Bahkan Ibu Sri Sudarwati yang tertua diantara kami ber18 saja selalu semangat. Saya salut pada beliau.
Kelompok kami juga menyenangkan karena setiap pertemuan tidak membosankan karena ada Bu Eni yang celetukannya selalu bikin ketawa. Ketua kelompok Pak Saekudin juga rajin dan pengertian. Alhamdulillah saya bersyukur karena kami, saya dengan Bu Fajriah sebagai guru pemandu, Pak Saekudin ketua dan Bu Kustiyah Bendahara kompak.
Kami sudah belajar menyusun Silabus dan RPP berkarakter, belajar Program Windows Word, Excel dan besok menulis Case Study.
Label:
Bahasa Indonesia,
kegiatan,
MGMP,
on service
Senin, 26 Juli 2010
Pelatihan Guru Pemandu Bahasa Indonesia Program Bermutu
Pelatihan guru pemandu Bahasa Indonesia Program Bermutu kuikuti di Hotel Lor In Solo dari 17-25 Juli 2010. Pelatihan berjalan lancar, walau kadang ngantuk kalau sedang sesion.
Fasilitas di hotel Lor In Colomadu, Karanganyar Solo, wah bukan main, lengkap dan bagus. Kamar mandinya bersih pakai shower, tapi jadi ingin mandi pakai ember dan gayung...he..he..ndeso dan norak banget ya?
Taman-taman di seputar hotel indah, bersih, terawat rapi. Konon hotel milik mas Tomy Suharto.
Hotelnya juga laris, full booking. Kamar hampir selalu penuh dipesan. Banyak acara yang diadakan di hotel Lor In. Sempat bareng dengan Kementrian Pertanian, BNP3TKI, Kesehatan. Sempat berkali-kali melihat acara pernikahan yang diadakan di sana.
Makan di sini juga enak dan banyak variasi menu. Terutama makan pagi atau breakfestnya. Dari roti, nasi, sampai bubur candil atau nasi pecel ada. Selera tradisional mau pun internasional tersedia.
Kamis, 17 Juni 2010
Workshop Drama di UNY 12-13 Juni 2010
Aku mengikuti workshop drama di UNY 12-13 Juni 2010. Pergi ke Yogya naik travel Jumat 11 Juni 2010 jam 8.15. Menunggu travel Rahayu Persada di Brayut rumah Mbak Sun. Aku dititipi Mbak Sun uang untuk Gayon.
Sampai di Yogya pukul 12. 15. Sholat Lohor , ngobrol dengan ibu kos di Karangmalang c. 28. Karena masih ada waktu ku diantar Diar cucu Bu Budi tempat kos dulu di mana aku numpang nginap, ke jalan Gejayan. Dari sana nunggui bus kota jalur 7 yang menuju ke jalan Solo. Setelah agak lama nunggu bis kota datang, aku naik membayar Rp 2.500,00.
Aku turun di Ambarukmo Plaza, jalan-jalan lihat-lihat . Mampir ke gerai Buccheri akhirnya kepincut dengan sepasang sepatu warna krem dan tas warna coklat. Jalan lagi ikut antri roti di gerai Bread Talk , beli 2 roti seharga Rp 15.000,00 malah juga sih, habis penasaran sudha sering baca belum pernah mencoba, mumpung ada kesempatan.
Akhirnya sms Gayon anak Mbak Sun, dia bilang kuliah samapi jam 3 sore, selesai kuliah menjemputku. Lihat-lihat pameran UKM beli sepotong batik Mojokerto seharga Rp 105.000,00.
Akhirnya Gayon sms kalau menyusulku di Ampals, kutunggu Gayon di dekat pintu masuk,benar saja tak lama kemudian dia memanggilku" Bu Titi!", kami pun bersalaman cium pipi kiri dan kanan.
Kuajak Gayon ke kosnya dulu menitipkan tas, sepatu dan belanjaku yang lain. Kami pun melanjutkan pergi ke rumah Teha di Patangpuluhan, ketemu dengan teha ngobrol menuntaskan rindu lama tak ketemu.
Keesokan harinya aku ke UNY pagi-pagi jam 07.00. Jalan-jalan dulu menyusuri
gang Guru, jalan Gejayan, sampai ke jalan Colombo. Sebenarnya sih karena cari koran.
Acara dimulai jam 9.30 menit. Jadi seperti nostalgia yang pidato sambutan Ibu Pangesti dosen menulisku dulu. Jadi key note speaker Pak Suminto A. Sayuti dosen sastraku juga. Beliau tampil menarik, lucu, memberi contoh akting dalam mengajar dan berbicara. Aku sempat tampil pada sesi tanya jawab.
Latihan atau workshopnya dialksanakan seusai istirahat siang, diisi Mas Eko, alumni ISI jurusan teater. Hari pertama tentang menulis. Kami disuruh menulis apa saja yang terlintas di kepala. Menurut Mas Eko menulis boleh apa saja yang menurut kita penting walau mungkin menurut orang lain tidak penting.
Workshop memberiku pengalaman, ilmu, wawasan dan teman serta jaringan . Jadi kenal mahasiswi Bahasa Indonesia, nonton pertunujukkan teater yang mereka pentaskan.
Yang berkesan ketemu Rika, Han suaminya, dan Bindra anak Rika. Mereka datang ke UNY Sabtu jam 4, akhirnya aku izin sampai jam 4 sore saja, tidak ikut sampai jam 5.
Rumah Rika di perumahan Candi Boko jalan Solo.
Semoga tahun depan diadakan lagi dan aku ada kesempatan untuk ikut lagi. Terima kasih Rika, terima kasih Ibu Pangesti!
Sampai di Yogya pukul 12. 15. Sholat Lohor , ngobrol dengan ibu kos di Karangmalang c. 28. Karena masih ada waktu ku diantar Diar cucu Bu Budi tempat kos dulu di mana aku numpang nginap, ke jalan Gejayan. Dari sana nunggui bus kota jalur 7 yang menuju ke jalan Solo. Setelah agak lama nunggu bis kota datang, aku naik membayar Rp 2.500,00.
Aku turun di Ambarukmo Plaza, jalan-jalan lihat-lihat . Mampir ke gerai Buccheri akhirnya kepincut dengan sepasang sepatu warna krem dan tas warna coklat. Jalan lagi ikut antri roti di gerai Bread Talk , beli 2 roti seharga Rp 15.000,00 malah juga sih, habis penasaran sudha sering baca belum pernah mencoba, mumpung ada kesempatan.
Akhirnya sms Gayon anak Mbak Sun, dia bilang kuliah samapi jam 3 sore, selesai kuliah menjemputku. Lihat-lihat pameran UKM beli sepotong batik Mojokerto seharga Rp 105.000,00.
Akhirnya Gayon sms kalau menyusulku di Ampals, kutunggu Gayon di dekat pintu masuk,benar saja tak lama kemudian dia memanggilku" Bu Titi!", kami pun bersalaman cium pipi kiri dan kanan.
Kuajak Gayon ke kosnya dulu menitipkan tas, sepatu dan belanjaku yang lain. Kami pun melanjutkan pergi ke rumah Teha di Patangpuluhan, ketemu dengan teha ngobrol menuntaskan rindu lama tak ketemu.
Keesokan harinya aku ke UNY pagi-pagi jam 07.00. Jalan-jalan dulu menyusuri
gang Guru, jalan Gejayan, sampai ke jalan Colombo. Sebenarnya sih karena cari koran.
Acara dimulai jam 9.30 menit. Jadi seperti nostalgia yang pidato sambutan Ibu Pangesti dosen menulisku dulu. Jadi key note speaker Pak Suminto A. Sayuti dosen sastraku juga. Beliau tampil menarik, lucu, memberi contoh akting dalam mengajar dan berbicara. Aku sempat tampil pada sesi tanya jawab.
Latihan atau workshopnya dialksanakan seusai istirahat siang, diisi Mas Eko, alumni ISI jurusan teater. Hari pertama tentang menulis. Kami disuruh menulis apa saja yang terlintas di kepala. Menurut Mas Eko menulis boleh apa saja yang menurut kita penting walau mungkin menurut orang lain tidak penting.
Workshop memberiku pengalaman, ilmu, wawasan dan teman serta jaringan . Jadi kenal mahasiswi Bahasa Indonesia, nonton pertunujukkan teater yang mereka pentaskan.
Yang berkesan ketemu Rika, Han suaminya, dan Bindra anak Rika. Mereka datang ke UNY Sabtu jam 4, akhirnya aku izin sampai jam 4 sore saja, tidak ikut sampai jam 5.
Rumah Rika di perumahan Candi Boko jalan Solo.
Semoga tahun depan diadakan lagi dan aku ada kesempatan untuk ikut lagi. Terima kasih Rika, terima kasih Ibu Pangesti!
Senin, 07 Juni 2010
Hari Terberat dalam Hidupku
Hari Jumat ini menjadi malam yang sangat berat, belum pernah kualami sebelumnya. Terkejut, takut, sedih, terharu, merasa bersalah, menyesal campur aduk jadi satu.
Benar-benar malam tak terlupakan. Namun semua ini adalah musibah, Allah telah menakdirkan, kami manusia tak mampu mengelak dari apa yang telah tertulis untuk kami. Iman dan ingat kepada Allah yang membuatku kuat dan berlatih sabar, tabah, dan tawakal
Semoga cobaan ini dapat kami lalui dengan sabar, amin.
Benar-benar malam tak terlupakan. Namun semua ini adalah musibah, Allah telah menakdirkan, kami manusia tak mampu mengelak dari apa yang telah tertulis untuk kami. Iman dan ingat kepada Allah yang membuatku kuat dan berlatih sabar, tabah, dan tawakal
Semoga cobaan ini dapat kami lalui dengan sabar, amin.
Minggu, 16 Mei 2010
Jalan Tertimbun Longsor
Hari Sabtu 15 Mei 2010 aku pagi-pagi berangkat ke sekolah seperti biasa. Namun sesampainya di Madukara depan pasar tak ada mikrobus yang ngetem. Ternyata tak ada mobil yang lewat karena jalan longsor begitu berita yang kudengar. Kupikir berarti jalan bisa dilewati motor, jadi kutunggu teman yang naik motor lewat. Melintaslah Pak Kanapi temanku guru BP. Aku pun membonceng. Kami menerunskan perjalanan menuju sekolah yang dari pasar Madukara sekitar 4 kilometer.
Namun di tengah hutan pinus jalan ternyata tertimbun tanah yang longsor dari bukit di sebelahnya. Jalan yang terkena longsoran kurang lebih sepanjang 30 meter. Akhirnya aku turun dari boncengan dan mendekat ingin melihat. Kukeluarkan hpku dan kupotret bukit yang longsor itu gunakan kamera HP.
Begitu banyak sepeda motor yang terparkir . Mereka mayoritas guru yang akan berangkat mengajar, ada juga pegawai lain. Wartawan pun sudah ada yang meliput.
Semoga besok jalan sudah bisa dilewati lagi, sehingga kami bisa bekerja seperti biasa lagi, kasihan murid-muridku kalau kami tak bisa mengajar terhalang jalan yang longsor.
Semoga masyarakat dan Perhutani lebih mempedulikan hutan pinus ini. Memang di bukit yang longsor itu, rumput yang ada di bawah pohon pinus kurang subur. Bahkan tanahnya tanpak kecoklatan tanda tak tertutupi tanaman.
Namun di tengah hutan pinus jalan ternyata tertimbun tanah yang longsor dari bukit di sebelahnya. Jalan yang terkena longsoran kurang lebih sepanjang 30 meter. Akhirnya aku turun dari boncengan dan mendekat ingin melihat. Kukeluarkan hpku dan kupotret bukit yang longsor itu gunakan kamera HP.
Begitu banyak sepeda motor yang terparkir . Mereka mayoritas guru yang akan berangkat mengajar, ada juga pegawai lain. Wartawan pun sudah ada yang meliput.
Semoga besok jalan sudah bisa dilewati lagi, sehingga kami bisa bekerja seperti biasa lagi, kasihan murid-muridku kalau kami tak bisa mengajar terhalang jalan yang longsor.
Semoga masyarakat dan Perhutani lebih mempedulikan hutan pinus ini. Memang di bukit yang longsor itu, rumput yang ada di bawah pohon pinus kurang subur. Bahkan tanahnya tanpak kecoklatan tanda tak tertutupi tanaman.
Langganan:
Komentar (Atom)