Hari ini aku mengajar bermain peran. Siswaku sudah menulis naskah drama dalam kelompok, berdiskusi menentukan peran dan berlatih dialog serta akting. Akhirnya mereka bermain peran di depan kelas.
Surprise, anak-anak bermain drama dengan bagus. Gilang yang pemalu saja bisa berperan sebagai Malin Kundang dengan baik. Begitu juga di kelas lain Yakup Mubarokah berperan jadi anak yang nakal dengan sangat baik. Ia membentak orangtuanya dengan meyakinkan sampai-sampai teman-temannya terkejut. Menghibur juga penampilan Edi Waluyo lagi-lagi dengan Yakup bermain jadi pengamen di bis. Mereka memainkan sebatang papan kayu sebagai gitar, dan tempat sampah sebagai ketipung. Mereka menyanyi dengan suara keras-keras, tidak malu-malu. Tepuk tangan pun membahana seusai mereka main.
Jago main peran lain adalah Tofik Budiman Sang Putro dengan Sidik Nur Rohman . Mereka melakonkan peran Maling Salak dengan sangat menarik. Naskah bagus, dimainkan dengan meyakinkan. Tak pelak teman-teman bertepuk tangan dengan meriah.
Aku berencana mementaskan mereka dengan naskah tersebut pada Rapat Pleno di depan orang tua murid. Yang kuharapkan mereka terkesan.
Jadi aku percaya murid-muridku anak anak yang luar biasa asal kita bisa menggali bakat dan menyalurkan potensi mereka.
Sabtu, 21 November 2009
Kamis, 19 November 2009
Tetes Embun Hari Ini
Tadi aku mengajar bermain peran atau pentas drama dari naskah yang mereka tulis. Beberapa kelompok tampil. Kelompok lain mengomentari.
Seusai mengajar aku mau langsung pulang, tapi ternyata ada keperluan yang membuatku mampir dulu ke BRI ambil tabungan, eh masih ada kepentingan lagi. Jadi dilanjutkan ke BNI lagi-lagi ambil tabungan.
Dari BNI aku naik becak dibayar Bu Tatik Rp 3.000,00, masih diberi uang buat naik angkot takut aku tdk punya receh.
Sampai di Koplak, aku naik angkot, sebelumnya beli kue dulu di tokonya Santi. Nah di angkot tepatnya angkudes H jurusan Tunggoro, aku naik bareng Resti anak SMA Banjarnegara putrinya Bu Masitah temanku SD. Aku bayar pakai uang lima ribuan. Hujan turun sangat lebat. Aku pun turun di Sijambe akan naik ojek. Kupikir aku mbayarnya pas. Waktu bayar sbl bilang " Dua, Pak. Anak sekolahnya satu turun di Brayut". Angkudes agak lama berhenti sampai aku turun dan berteduh di teritisan rumah orang. Eh ada anak STM turun dari pintu depan sambil bilang " Bu, uang kembaliannya", dia mngulurkan uang seribuan. " Terima kasih, Mas!" "Terima kasih Pak Sopir!", kataku terharu. Bayangkan hujan-hujan si anak STM mau turun dari angkudes untuk memberiku uang kembalian. Begitu pula sopirnya uang seribu yang andai tdk dikembalikansdh kuikhlaskan ternyata dikembalikan Hebat, kan ?
Perbuatan mereka bagaikan tetesan embun yang bening di pagi hari. Sederhana tapi bisa mengubah dunia ini menjadi lebih indah.
Seusai mengajar aku mau langsung pulang, tapi ternyata ada keperluan yang membuatku mampir dulu ke BRI ambil tabungan, eh masih ada kepentingan lagi. Jadi dilanjutkan ke BNI lagi-lagi ambil tabungan.
Dari BNI aku naik becak dibayar Bu Tatik Rp 3.000,00, masih diberi uang buat naik angkot takut aku tdk punya receh.
Sampai di Koplak, aku naik angkot, sebelumnya beli kue dulu di tokonya Santi. Nah di angkot tepatnya angkudes H jurusan Tunggoro, aku naik bareng Resti anak SMA Banjarnegara putrinya Bu Masitah temanku SD. Aku bayar pakai uang lima ribuan. Hujan turun sangat lebat. Aku pun turun di Sijambe akan naik ojek. Kupikir aku mbayarnya pas. Waktu bayar sbl bilang " Dua, Pak. Anak sekolahnya satu turun di Brayut". Angkudes agak lama berhenti sampai aku turun dan berteduh di teritisan rumah orang. Eh ada anak STM turun dari pintu depan sambil bilang " Bu, uang kembaliannya", dia mngulurkan uang seribuan. " Terima kasih, Mas!" "Terima kasih Pak Sopir!", kataku terharu. Bayangkan hujan-hujan si anak STM mau turun dari angkudes untuk memberiku uang kembalian. Begitu pula sopirnya uang seribu yang andai tdk dikembalikansdh kuikhlaskan ternyata dikembalikan Hebat, kan ?
Perbuatan mereka bagaikan tetesan embun yang bening di pagi hari. Sederhana tapi bisa mengubah dunia ini menjadi lebih indah.
Rabu, 18 November 2009
Lomba Baca Puisi
Akhirnya mukholik tadi ikut lomba baca puisi. Dapat nomor undi 36 . Mukholik tampil seusai istirahat makan siang dan sholat dluhur. Alhamdulillah dia tampil bagus, tidak memalukan. Walau pun tidak masuk final. Setelah tampil kusalami tangannya dingin sekali, dan katanya kepalanya pusing. Rupanya dia nervous banget, untung pas tampil tidak grogi.
Sekolah yang masuk final SMP 1, 2, 5 Banjarnegara, SMP 1 Wanadadi, dan SMP Purworejo Klampok. Hasilnya belum tahu, belum selesai sih.
Menurutku dan teman-teman guru lain SMP 2 Batur juga bagus, sayang selera jurinya beda.
Ya, acara ini jadi ajang apresisasi sastra dan ajang ngumpul-ngumpul guru Bahasa Indonesia. Sekian.
Sekolah yang masuk final SMP 1, 2, 5 Banjarnegara, SMP 1 Wanadadi, dan SMP Purworejo Klampok. Hasilnya belum tahu, belum selesai sih.
Menurutku dan teman-teman guru lain SMP 2 Batur juga bagus, sayang selera jurinya beda.
Ya, acara ini jadi ajang apresisasi sastra dan ajang ngumpul-ngumpul guru Bahasa Indonesia. Sekian.
Sabtu, 14 November 2009
Lomba Sinopsis
Tadi deadline lomba sinopsis. Pagi-pagi baru datang ke sekolah, aku langsung menyuruh Tri Ariyadi dulu muridku sekarang sekolah di SMK sedang PKL , untuk menyelesaikan ketikan sinopsis novel Layar Terkembang yang masih ditulis tangan oleh Latifah Nurul Hikmah. Sementara aku mengajar di kelas 8 B dengan materi Bermain Drama. Ada dua kelompok siswa yang tampil bermain drama. Kelompok pertama Agung Saifudin dengan Sofan Mulhidayat. Drama Agung berjudul Indahnya Pertemanan. Ceritanya bagus tapi terlalu banyak setting tempat dan waktu, jadi membosankan , tapi akting Agung bagus. Kelompok kedua Sidik dengan Tofik Budiman Sang Putro. Mereka tampil dengan cerita Maling Salak. Ceritanya sederhana tapi lucu dan menarik. Jadilah penampilan mereka mendapat applaus yang meriah dari teman-teman sekelas.
Jam selanjutnya aku mengajar di kelas 8A, topiknya Menyampaikan Laporan. Beberapa anak tampil melaporkan Penyuluhan Anti Narkoba dari Satuan Direktoran Narkoba Polda Jawa Tengah yang telah dilakukan tanggal 21 September yang lalu. Aku mendatangkan nara sumber dari Polda Jateng karena kepala Direktorat Narkobanya kakak temanku, namanya mbak AKBP Diah Tri Nugrahjati atau mbak Tatik. Beliau kakak temanku SMA Eni dan Yoyok. Setelah mbak Diah kutelpon ternyata bersedia mendatangkan anak buahnya ke sekolahku pada saat Kegiatan Tengah Semester. Acara berjalan sukses, nara sumber yang datang Bapak KOMPOL Marsono, dan dua lagi masih lupa. Terima kasih mbak Diah dan Bapak-Bapak polisi yang telah memberi penyuluhan kepada murid-murid kami!
Laporan anak-anak berjalan lancar, selesai melaporkan ada satu teman yang mengomentari. Ketika waktu masih 15 menit, Mukholik kusuruh maju ke depan untuk berlatih membaca puisi di depan teman-temannya. Sayang Mukholik tidak tampil maksimal karena malu pada Tiwi, dan diledek terus oleh temen-temannya.
Selesai mengajar, kutuntaskan sinopsis dengan mengeditnya. Akhirnya sinopsis beres pada pukul 12.15 menit diantar ke SMA I Banjarnegara oleh Bu Rusmini. Semoga saja masuk final. Amin.
Jam selanjutnya aku mengajar di kelas 8A, topiknya Menyampaikan Laporan. Beberapa anak tampil melaporkan Penyuluhan Anti Narkoba dari Satuan Direktoran Narkoba Polda Jawa Tengah yang telah dilakukan tanggal 21 September yang lalu. Aku mendatangkan nara sumber dari Polda Jateng karena kepala Direktorat Narkobanya kakak temanku, namanya mbak AKBP Diah Tri Nugrahjati atau mbak Tatik. Beliau kakak temanku SMA Eni dan Yoyok. Setelah mbak Diah kutelpon ternyata bersedia mendatangkan anak buahnya ke sekolahku pada saat Kegiatan Tengah Semester. Acara berjalan sukses, nara sumber yang datang Bapak KOMPOL Marsono, dan dua lagi masih lupa. Terima kasih mbak Diah dan Bapak-Bapak polisi yang telah memberi penyuluhan kepada murid-murid kami!
Laporan anak-anak berjalan lancar, selesai melaporkan ada satu teman yang mengomentari. Ketika waktu masih 15 menit, Mukholik kusuruh maju ke depan untuk berlatih membaca puisi di depan teman-temannya. Sayang Mukholik tidak tampil maksimal karena malu pada Tiwi, dan diledek terus oleh temen-temannya.
Selesai mengajar, kutuntaskan sinopsis dengan mengeditnya. Akhirnya sinopsis beres pada pukul 12.15 menit diantar ke SMA I Banjarnegara oleh Bu Rusmini. Semoga saja masuk final. Amin.
Jumat, 13 November 2009
Baca Puisi
Melatih baca puisi lagi. Mukholik dan Khotimah dilatih sudah ada peningkatan Latihan di ruang audiovisual. Dari pada lelah memberi contoh, kusetelkan vcd rekaman lomba baca puisi tahun 2007 yang ada puisi Selamat Pagi Indonesia Sapardi Djoko Damono. Berikut tips baca puisi:
1. Vokal meliputi intonasi, jeda, tekanan , power.
2. Ekspresi baik wajah, maupun gerak-gerik seluruh tubuh yang sesuai dengan isi puisi.
3. Penghayatan, penghayatan yang baik akan muncul pada vokal dan ekspresi.
Teknik baca puisi saja tidak cukup tapi yang terpenting memahami makna puisi atau bisa menangkap makna, sehingga ketika membaca suara dan ekspresi akan tepat. Pemaknaan atau interpretasi isi puisi inilah yang penting untuk dikenalkan pada siswa.
Hakikat pembelajaran sastra adalah apresiasi. Langkah membaca puisi dan menginterpretasikan maknanya itulah yang penting, pada gilirannya siswa akan menikmati sastra dan menghargai.
Demikian juga berlaku pada cerpen. Sayang tidak pernah ada lomba membaca cerpen, mungkin belum di Banjarnegara khususnya untuk siswa.
Apalagi kalau bicara pembelajaran drama. Gurunya saja sebatas tahu, tapi untuk memberi contoh akting atau bermain peran kemampuannya terbatas. Barangkali perlu dipikirkan untuk mengadakan workshop pembelajaran drama.
Setelah gurunya pintar bermain drama bisa membelajarkan pada siswa dan bisa diagendakan lomba drama, yang selama ini belum diadakan. Semoga . Hidup sastra Indonesia!
1. Vokal meliputi intonasi, jeda, tekanan , power.
2. Ekspresi baik wajah, maupun gerak-gerik seluruh tubuh yang sesuai dengan isi puisi.
3. Penghayatan, penghayatan yang baik akan muncul pada vokal dan ekspresi.
Teknik baca puisi saja tidak cukup tapi yang terpenting memahami makna puisi atau bisa menangkap makna, sehingga ketika membaca suara dan ekspresi akan tepat. Pemaknaan atau interpretasi isi puisi inilah yang penting untuk dikenalkan pada siswa.
Hakikat pembelajaran sastra adalah apresiasi. Langkah membaca puisi dan menginterpretasikan maknanya itulah yang penting, pada gilirannya siswa akan menikmati sastra dan menghargai.
Demikian juga berlaku pada cerpen. Sayang tidak pernah ada lomba membaca cerpen, mungkin belum di Banjarnegara khususnya untuk siswa.
Apalagi kalau bicara pembelajaran drama. Gurunya saja sebatas tahu, tapi untuk memberi contoh akting atau bermain peran kemampuannya terbatas. Barangkali perlu dipikirkan untuk mengadakan workshop pembelajaran drama.
Setelah gurunya pintar bermain drama bisa membelajarkan pada siswa dan bisa diagendakan lomba drama, yang selama ini belum diadakan. Semoga . Hidup sastra Indonesia!
Kamis, 12 November 2009
Latihan Baca Puisi
Hari Rabu akan ada bermacam-macam lomba, termasuk baca puisi. Nah aku sudah melatih Nuri dua hari, eh ternyata dia sakit udah 2 hari tidak masuk sekolah. Akhirnya tadi cari gantinya anak kelas 7 Khotimah. Kulatih , suara khotimah kecil, melatih lagi Mukholik. Nah, Mukholik suaranya sudah bagus, besar dan seperti anak teater, tapi nada dan penghayatannya yang belum maksimal.
Karena aku ingin seusai jam sekolah pulang, kulatih Mukholik di kelas. Waktu pulang masih 20 menit lagi. Mukholik kusuruh ke depan kelas untuk baca puisi Selamat pagi Indonesia karya Sapardi Djoko Damono. Kucontohkan baca puisinya. Eh temen-temannya tertawa dan menirukan nadaku dalam baca puisi. Tapi mereka bilang " Senang kok, Bu. Besok latihan lagi,Ya"
Semoga saja besok Jumat kulatih lagi penampilan Mukholik bisa lebih meyakinkan. Yah paling tidak bisa tampil di ajang lomba dengan percaya diri dan tidak malu-maluin. Syukur bisa 10 besar. begitu. Ayo Mukholik, kamu pasti bisa!
Karena aku ingin seusai jam sekolah pulang, kulatih Mukholik di kelas. Waktu pulang masih 20 menit lagi. Mukholik kusuruh ke depan kelas untuk baca puisi Selamat pagi Indonesia karya Sapardi Djoko Damono. Kucontohkan baca puisinya. Eh temen-temannya tertawa dan menirukan nadaku dalam baca puisi. Tapi mereka bilang " Senang kok, Bu. Besok latihan lagi,Ya"
Semoga saja besok Jumat kulatih lagi penampilan Mukholik bisa lebih meyakinkan. Yah paling tidak bisa tampil di ajang lomba dengan percaya diri dan tidak malu-maluin. Syukur bisa 10 besar. begitu. Ayo Mukholik, kamu pasti bisa!
Langganan:
Komentar (Atom)