Senin, 01 Maret 2010

Mobilku Dijual

Hi...hi..hik...sedih juga ya, berpisah dengan mobil. Mobil patungan suami dengan keluarganya itu akhirnya harus direlakan dijual. Dia telah menemani dan mengantarkan keluargaku ke mana-mana selama 5 tahun. Sudah ke Yogya 4 kali atau lebih, ke Cilacap, Tegal. Ke Purwokerto tak terhitung lagi.
Kalau minggu mengantar ke pasar belanja beras, ke alun-alun malam-malam beli mi goreng. Ngantar ke RS kelahiran si kembar, ngangkut si kembar berobat ke dokter. Duh sederet jasanya bikin aku berat tuk berpisah.
Mobil suami cs ini jenis carry bikinan 1997, mesin masih lumayan , irit dan tak pernah rewel.
Semoga saja bisa beli lagi yang lebih bagus dan bermanfaat untukku dan keluarga. Selamat tinggal si ungu nilaku...

Minggu, 28 Februari 2010

Minggu

Hari Minggu biasanya sih menyetrika, tentu sesudah masak dan menyapu halaman.
Tapi minggu ini beda karena listrik padam, duh sebel sekali.

Sejak malam Minggu tak bisa on line. Televisi bungkam, yang ada sunyi, gelap. Masjid saja yang lampunya nyala karena memakai gen set. Kucoba nikmati saja suasana sepi itu dengan tidur seusai sholat isya.

Tidur asyik juga ya tak terganggu dengan televisi, radio, internet, lampu. hemmm sekali-kali listrik mati dinikmati saja, biasanya sih ngomel sendiri. Ngomeli PLN yang tak dengar.

Listrik mati gara-gara ada anak main layangan dan nyangkut di travo. Untung saja tidak kesetrum. Lisrik baru nyala siang kira-kira pukul 13.00. Segera saja pasang setrikaan.

Kalau sedang nyala begini ternyata kita harus syukuri dan ucapkan terima kasih pada PLN. Jangan hanya menghujat kalau sedang padam. Begitu mungkin ya?

Kamis, 04 Februari 2010

Lega

Akhirnya pekerjaan yang menumpuk satu demi satu selesai. Rat sudah beres, hari Senin 1 Februari lalu, Alhamdulillah lancar.
Jadwal sudah kelar, tak ada komplain lagi. Jurnal kelas juga rampung, buku catatan guru tinggal beberapa guru yang belum kelar.
Rasanya lega, kerja sudah bisa santai. RPP tadi mulai kutulis dapat 3 RPP. Begitu juga buku dompet dhuafa dan buku administrasi koperasi tadi mulai kukerjakan.
Tadi pulang sekolah listrik mati, sekarang sudah nyala lagi. Aku sempat membayangkan enaknya ya makan ayam goreng di Sari Rasa, eh tak lama kemudian ada saudara yang ngantar brekat kenduri isinya ayam goreng dengan sambal terasinya yang ehm..enak banget, mimpi jadi nyata.
Masih ditambah ada 4 buah jeruk , segar...

Jumat, 29 Januari 2010

Hari ini hujan lagi

Hujan turun sepulang aku dari sekolah. Oh aku tadi seusai mengajar mampir ke BRI ambil uang untuk persiapan RAT. Dilanjutkan ke Banjar beli amplop dan pesan nasi Padang untuk makan konsumsi RAT.
Aku suka hujan, asalkan aku sudah tiba di rumah . Okelah turun mau lama sebentar sama-sama membuat sejuk udara .
Hujan membuat tanaman dan bebungaan di halaman jadi hijau , segar, tak perlu menyiram.
Syukurlah desa tempat ku tinggal bukan daerah banjir, tak perlu was was ketika musim hujan tiba.
Januari hujan sehari-hari.Itu yang hari-hari ini terjadi. Tadi di Banjarnegara sempat jalan kaki dari ujung jalan depan kantor pos, melewati trotoar depan gedung DPRD. Nah di sini jalan kaki nyaman tidak terganggu pedagang kaki lima, sejuk pula karena rimbun pohon peneduh di pinggir jalan.
Sayang tidak semua trotoar nyaman untuk pejalan kaki, sebagian besar sudah dirampok ulah pedagang yang menggelar dagangannya di tempat yang mestinya ditujukan untuk pejalan kaki.
Belum lagi sampah yang berserakan, kemarin lewat pasar sampai prihatin, kota peraih Adipura kok pasarnya kotor minta ampun. Got-got tersumbat sampah yang dibuang sembarangan. Aku curiga sistem drainase di depan Samsat tidak dirawat atau didesain dengan baik. Buktinya begitu hujan, air memenuhi jalan seperti sungai. Duh sedih ya, Banjarnegara kota kecil yang kalau mau bisa dibuat indah, bersih, teratur, tapi masih sebatas harapan.
Kabar baiknya terminal barunya masih bagus, bersih, dan lapang. semoga saja semua pihak mau menjaga kebersihan dan kerapian terminal.
Hujan di Banjarnegara semoga memberi harapan untuk daerah yang lebih bersih, tertib, rapi, manusiawi, nyaman untuk dikunjungi, nyaman pula bagi penghuninya.

Kamis, 31 Desember 2009

Reuni

Selasa 29 September jadi reuninya. Reuni Jurusan Bahasa Indonesia IKIP Yogyakarta tahun 1988. Diadakan di Patangpuluhan di rumah Teha Endang, yang datang aku, Teha, Janti, Animora, Arifin, Rifai, Giarno, Kusdaryanto, Arie Saptaji, Wicak, Ponimin, Yayuk, Prapto, Rika, Tutik Hartanti. Canda tawa pun bergulir, ruang jadi hingar bingar oleh tawa kami tak henti-henti jika ada yang bercerita ttg saat-saat indah dan lucu dulu.

Reuni mampu mengobati rindu, melepas penat, mengisi hati dengan kebaruan. Tambah networking.

Jelas fisik kami berbeda dari 14-16 tahun yang lalu. Ada yang jadi kurus Rika dan Anim, yang lain tambah mekar. Terutama aku dan Rifai. Tambah gagah dan ganteng seperti Prapto dan Ponimin. Rambut mulai memutih yang bikin pangling rambutnya ya Prapto.

Tak ada cerita yang tak mengundang tawa. Kami baru berhenti tertawa ketika mendoakan almarhumah Sulistiyani yang meninggal kecelakaan. Semoga dia tenang di sana.

Begitulah agenda untuk tahun depan diadakan lagi sekitar Desember.

Senin, 28 Desember 2009

Reuni

Besok Selasa 29 Desember 2009 alumni jurusan Bahasa dan sastra Indonesia IKIP Yogyakarta angkatan 1988 reuni. Reuni di rumah Teha endang patangpuluhan.Kami tidak bertemu antara 14-16 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana besok serunya. Mengobati rindu, berbagi cerita, berdiskusi.

Dulu kami masih muda, langsing, penuh semangat. Sekarang usia sudah setengah baya, badan melar sana-sini, semangat sih ya masih oke lah. Yang jelas dulu kuliah rata-rata masih lajang sekarang mayoritas sudah berkeluarga.

Seperti apa sih cerita serunya, hebohnya reuni.. Besok usai reuni kuceritakan. Selamat membaca.

Kamis, 24 Desember 2009

hening malam ini

suara musik memecah hening
malam merambat pelan-pelan
seolah tanpa beban


indahnya hari ini
syukur kepadaMu
setiap desah nafasku
setiap langkah kakiku
atas restuMu

di heningnya diri di bahagianya hati
bagai seribu taman bunga tumbuh di sana
diiringi suara musik surgawi


Ya Allah segala puji kepada Engkau
Kau anugerahkan nikmat


ketika mataku memandang indahnya kupu-kupu, hijaunya rumput
saat telingaku dengar merdunya nyanyi burung-burung
ikan-ikan berenang, bunga bermekaran

kutitipkan rinduku padaMu di doa-doaku
di sujudku

puisi ditulis saat hening meraja Kamis 24 Desember 2009